Juli 25, 2024

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 ungkapkan jika 7 dari 10 anak Indonesia memiliki gigi berlubang. Salah satu penyebab gigi berlubang adalah akibat konsumsi makanan yang manis tinggi gula. Hal ini diungkapkan oleh Head of Professional Marketing Personal Care Unilever Indonesia drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc.,

"Ini mungkin penyebabnya salah satunya konsumsi makanan yang manis tinggi gula itu memang semakin meningkat," ungkapnya pada konferensi pers virtual, Rabu (13/9/2023). Gula yang berada di dalam rongga mulut bisa difermentasikan oleh bakteri menjadi asam. Inilah yang melarutkan email gigi dan bisa mengakibatkan gigi berlubang.

Lowongan Kerja PT Indofood untuk Lulusan S1, Dibuka sampai Tahun Depan Harga Double Cabin Bekas per Desember 2023, Hilux mulai Rp 70 Jutaan Hasil dan Klasemen Liga Inggris Man City Buang Peluang, Chelsea Akhirnya Masuk 10 Besar Bolasport.com

Hadiah BWF World Tour Finals 2023 Wakil Indonesia: Jojo Full Senyum, Modal Nikah Kembali Halaman 3 Di Brebes Masih Ada Rumah Murah Rp 150 Jutaan, Ini Pilihannya (II) Thomas Doll Minta Satu Pemain Muda Persija Ini Terus Dipantau, Punya Bakat Luar Biasa dan Masa Depan Cerah Bolasport.com

Hasil Klasemen Liga Inggris: Manchester City Terpeleset, Arsenal dan Liverpool Umbar Senyum Halaman all Di sisi lain, masyarakat Indonesia kian rentan mengalami gigi berlubang akibat konsumsi gula yang semakin tinggi. Bahkan di 2023, konsumsi gula per kapita diproyeksi meningkat hingga 9 persen dari 2019 .

Sayangnya, masyarakat belum paham dampak mengonsumsi gula terlalu tinggi dan bagaimana pencegahan gigi berlubang. Berdasarkan Survei yang dilakukan Pepsodent sebanyak 66 persen orangtua khawatir anak anak mereka mengonsumsi makanan yang manis. "Tetapi kalau dilihat lagi ternyata 58 persen dari mereka harus apa ya. Mana sih yang memang harus dilakukan untuk mencegah, mengurangi konsumsi dan dampaknya pada kesehatan gigi dan mulut," jelas drg Mirah.

"Jadi memang edukasi untuk masyarakat itu terus menerus dilakukan, kita tidak boleh bosan," pungkasnya. Untuk itu, dengan tema "Senyum Indonesia, Gigi Kuat Mulut Sehat", Unilever Indonesia melalui Pepsodent bersama 65 Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), dan Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI) hadirkan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2023. Kegiatan dimulai September hingga Februari 2024 di seluruh Indonesia dengan berbagai keistimewaan.

Ada beberapa kegiatan yang dilakukan di antaranya perawatan gigi gratis di seluruh Fakultas Kedokteran Gigi & Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan di Indonesia. Selain itu ada layanan teledentistry gratis sebagai bagian upaya pemerataan layanan konsultasi gigi dan mendukung transformasi teknologi kesehatan Kemenkes RI. Edukasi kesehatan gigi dan mulut ke 250.000 anak melalui Program Sekolah yang lebih inklusif karena juga memberi manfaat bagi anak anak berkebutuhan khusus.

Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *