Juli 25, 2024

Kasus wasting atau masalah gizi yang berakibat berat badat anak kurang, cukup sering terjadi. Data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 menunjukkan angka angka wasting mencapai 7,7 persen. Menurut Dokter Spesialis Anak dr. Citra Amelinda, SpA, IBCLC, MKes salah satu penyebab utama adalah kurangnya asupan nutrisi.

Nyatanya, mencegah wasting sudah harus dilakukan sebelum kehamilan. "Penting para pasangan muda, sebelum punya anak dalam kandungan, penting membekali diri pengetahuan terkait bagaimana sih asupan makanan yang baik," ungkapnya pada acara Vodcast : Waktu Indonesia Berencana (WIB) pada kanal YouTube BKKBN Official, Kamis (1/6/2023). Hasil Survei Elektabilitas Capres di Jawa Tengah, Ganjar Mahfud Patut Aman di %27Kandang Banteng%27 Halaman 3

Buka bukaan Pelatih Persib, Akui Tak Ikhlas dengan Kepergian Frets Butuan dan I Putu Gede Bolasport.com Israel Banjiri Terowongan Gaza dengan Air Laut, PBB: Dampak Buruk Bisa Terjadi dalam Jangka Panjang Beda Nasib Kiki dan Belinda Usai MasterChef Indonesia 11, Chef Murid Juna dan Renatta Buat Pengakuan Halaman 4

Pasangan AMIN Berkomitmen Ungkap Kasus Penembakan 6 Laskar FPI di KM50 Tol Cikampek Wartakotalive.com Aktivis HAM Belanda Minta Pemerintah Belanda Memblokir Ekspor Suku Cadang Pesawat F 35 ke Israel Sehingga, rahim sudah dipersiapkan supaya ibu sehat sebelum hamil.

Saat hamil, ibu juga harus menjaga asupan makanan yang dikonsumsinya. Makanan yang dikonsumsi harus lengkap, terutama jika sudah menyusui. Di sisi lain, dr Citra mengingatkan jika anak sudah mendapatkan makanan pendamping ASI( MPASI), perlu diberikan makanan bernutrisi lengkap. Di antaranya seperti karbohidrat, protein hingga serat.

"Ada protein, itu zat pembangun, jadi lauk hewani sudah diberikan mulai MPASI. Kalau ibu hamil, sebelum hamil banyak makan lauk hewani," papar dr Citra. Lebih lanjut, dr Citra mengingatkan jika untuk pertumbuhan anak, setidaknya ada tiga hal yang paling penting. "Jadi masuknya asupan makanan yang cukup, aktivitas cukup sesuai usia, tidur cukup," tegasnya.

Intinya berikan makanan lengkap beserta variasi protein karbohidrat dan serat. Semuanya diberikan pada anak sejak awal hingga selesai masa pertumbuhannya. Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *