Juli 25, 2024

Semua orang di Indonesia memiliki risiko terkena demam berdarah dengue atau DBD tanpa melihat usia, tempat tinggal, dan gaya hidup. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, sejak awal tahun sampai dengan minggu ke 32 tahun 2023, adalah 56.185 kasus (IR: 20,44/100.000 penduduk) dan 409 kematian (CFR:0,73 persen). Kasus dilaporkan oleh 462 Kab/Kota di 34 Provinsi. Kematian DBD tersebar di 173 kabupaten/kota di 32 provinsi.

Bahkan sepanjang tahun 2021, tercatat 95.895 kasus demam berdarah dengue dan 36,10 persen penderita berasal dari golongan produktif, yaitu berusia 15 44 tahun. Kasus demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi ancaman bersama. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, KementerianKesehatan Republik Indonesia dr Imran Pambudi MPHM memaparkan, saat ini kasus DBD masih terus mengalami peningkatan dan masih menjadi ancaman bagi masyarakat Indonesia sepanjang tahun.

"Karena itu, pemerintah menargetkan angka kasus DBD yaitu kurang dari 10 per 100.000 penduduk pada 2024 dan akan menuju nol kasus kematian pada 2030," ujar dia melalui talkshow dengan tema Sehat Yes, DBD NO di Jakarta, Minggu (10/9/2023). Hadiah BWF World Tour Finals 2023 Wakil Indonesia: Jojo Full Senyum, Modal Nikah Kembali Halaman 3 Daftar Kekayaan Jeniaty Rike Ekawaty, Camat Cantik yang Mundur Usai Dihina Bupati Toraja Utara Surya.co.id

Semua Orang di Indonesia Punya Risiko Kena Demam Berdarah, Apa yang Harus Dilakukan? Pantesan Wiwin Rela Lepas Gaji Rp 8 Juta dan Pilih Ngajar di SMA Kristen Bhaitani, Masa Lalunya Pilu Halaman 4 Apa Itu Demam Berdarah? Ini Gejala dan Penyebabnya

Hasil Klasemen Liga Inggris: Manchester City Terpeleset, Arsenal dan Liverpool Umbar Senyum Halaman all Pihaknya mendukung upaya Takeda untuk menanggulangi kasus DBD dengan adanya vaksin sebagai bagian dari perlindungan komprehensif terhadap DBD. Upaya pencegahan kasus DBD sangat penting dalam menjaga kesehatan masyarakat Indonesia khususnya bagi atlet muda Indonesia.

Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Dito Ariotedjo, yang menjelaskan pentingnya kesehatan bagi para atlet. "Menjaga kesehatan jasmani merupakan aspek penting bagi perkembangan atlet. Fisik yang kuat tentu akan tercipta dari badan yang sehat. Salah satunya oleh Takeda Group untuk memberikan perlindungan dari ancaman penyakit demam berdarah dengan 3M Plus dan vaksin DBD,” ungkapnya. Ketua Satgas Imunisasi Dewasa ini, Dr Sukamto Koesnoe menambahkan, pentingnya kesadaran akan bahaya DBD dan bagaimana dapat melindungi sendiri serta orang yang dicintai.

Vaksin dapat membantu tubuh untuk mengembangkan pertahanan alami terhadap virus dengue, mengurangi risiko infeksi yang serius, dan memberikan perlindungan yang komprehensif. "Kami mendukung penuh upaya edukasi seperti ini dalam meningkatkan kesadaran masyarakatakan pentingnya pencegahan DBD melalui vaksinasi," ungkap dia. Dalam mendukung upaya, PAPDI telah memasukkan vaksin dengue sebagai salah satu rekomendasi imunisasi dewasa yang saat ini sudah tersedia di berbagai fasilitas kesehata.

Penyakit DBD dapat menjangkit semua orang dari segala golongan umur, termasuk mereka yang berusia produktif yakni 15 44 tahun. Seperti yang diungkapkan oleh Asnawi Mangkualam, Pemain TimNas sepakbola. “Sebagai seorang atlet saya harus selalu siap untuk tampil prima dalam setiap kesempatan, oleh karena itu penyakit seperti DBD adalah momok yang menakutkan. Apalagi Indonesia. Salah satu negara endemis," ujar Asnami,

Diperlukan pencegahan lebih lengkap dengan kampanye #Ayo3MplusVaksinDBD. Pada kesempatan yang sama, Takeda kembali menekankan komitmennya terhadap upaya pencegahan DBD di Indonesia. Takeda akan terus bersama sama mengedukasi serta mengajak masyarakat untuk #Ayo3MPlusVaksinDBD.

Serta mendukung pemerintah menuju nol kematian akibat DBD pada 2030. Tentang upaya pemerintah dalam menghadapi DBD Pemerintah telah melakukan beberapa inovasi untuk mengurangi DBD menuju kematian nol kematian akibat DBD pada tahun 2030, antara lain: 1. Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) dengan serentak meluangkan waktu 10 menit, pada pukul 10, selama minimal 10 minggu setiap hari minggu untuk melaksanakan 3M plus (menguras, menutup, mendaur ulang) dan kegiatan lain untuk mencegah penularan infeksi dengue.

Kegiatan ini harus menjadi gerakan masyarakat yang serentak, masif terorganisir terukur dan berkesinambungan. 2. Saat ini terdapat 2 vaksin dengue yang telah mendapat izin edar dari Badan POM RI yang sementara ini dapat digunakan menjadi vaksinasi dengan skema pilihan (berbayar) bekerja sama dengan pihak organisasi profesi di Indonesia. Sedang dilakukan kajian dan rekomendasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) untuk dapat dipergunakan oleh program secara luas berskala Nasional.

3. Pemanfaatan inovasi vektor berupa teknologi Wolbachia yang dalam penelitian di Jogyakarta dan di negara negara lain (Brasil, Australia, Vietnam, dll) terbukti efektif untuk pencegahan dengue. Saat ini sedang dilakukan Pilot implementasi Wolbachia di 5 Kota sebelum diperluas dalam skala nasional yaitu di: Jakarta Barat, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Bontang dan Kota Kupang. Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *